Mengenal Material Frame Sepeda (umum)

Posted: 7 Oktober 2013 in Sepeda
Tag:, , , , ,

Frame Steel:

Sifatnya lentur/ulet..memiliki kekuatan dan bobot lebih ketimbang besi..sehingga walaupun dengan fork rigid , naik sepeda ini tidak sekeras material aluminum walau dilakukan butted sekalipun.

Bahan ini kaku dan berat. Karena berat maka biasanya didesain dengan diameter tube kecil. Selain berat, dapat lebih mudah timbul karat. Jenis ini mulai ditinggalkan oleh industri sepeda karena saat menyambungkan/mengelas frame sulit dilakukan oleh robot karena tube yang kecil maka diperlukan orang yang mempunyai keahlian dan ketelitian tinggi untuk mengelas frame baja.

Keunggulan:

– Lebih kuat
– Memiliki kekerasan yang baik namun bisa lendut/flek
– Penambahan campuran material akan menjadi sangat kuat

Kelemahan:
– Berat
– Resiko korosif besar

Frame CrMo:

Penyempurnaan bahan Hi ten Steel, dengan campuran Chromolybdenum yg punya sifat kuat dan ulet, sehingga banyak dipakai untuk frame BMX freestyle, dan Dirt Jump.
Banyak dipakai untuk sepeda komuter perkotaan (citybike).
Chromoly terdiri dari Chromium dan Molybdenum. Berdasarkan campuran kedua bahan itu maka sering disebut Chro-Moly/Chromoly, Cro-mo atau CRMO. Material ini sangat mirip dengan steel (baja) sehingga sifatnya pun sama yaitu keras, kaku, sangat kuat namun chromoly lebih ringan dan agak sulit berkarat dari baja biasa. Ada juga yang mengatakan chromoly nama lain dari baja mungkin dikarenakan masih satu keluarga dengan baja.

Tube frame ini biasanya berdiameter kecil dan berdinding tipis agar menjadi ringan tetapi ada juga yang berdinding tebal diperuntukkan bagi big rider yang punya berat badan melebihi ukuran orang biasa.
Karena ratio material chromoly sangat bagus yaitu antara kekuatan yang baik dan bobot ringan maka material ini dipakai juga pada senapan AK-47, bangunan, spareparts mobil dan roll cage/bar (konstruksi berbentuk sangkar untuk melindungi kokpit mobil) pada balap mobil WRC, Grand Touring Race, Nascar dll.

Berikut ringkasan kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan:

* Sangat kuat
* Kaku namun bisa lendut/flex
* Tahan lama
* Murah

Kekurangan:
* Masih tergolong berat
* Tetap dapat berkarat

-Alloy seri 6***:

Merupakan aluminum campuran yang memiliki nilai unggul dibanding besi yakni anti korosi ( dalam kondisi extreme tetap mengalami korosi ringan berupa kerak bukan karat), Dalam bidang kekuatan alloy tidak sekuat besi sehingga biasanya frame alloy digunakan Tube yang berdiameter besar ( banding dengan frame besi yang kurus2 ), biasannya pengerjaan sambungan terlihat bidang las yangleih besar menyerupai sisik ikan.
Alloy kode 6 *** masih memiliki kelenturan ataupun keuletan, walau ngga sebagus besi. dan bisa diperingan lagi dengn proses butted
contoh pada frame Polygon Xtrada memakai Al 6061

-Alloy7***:

Alloy ini memiliki sifat sama dengan Alloy kode 6***, hanya memiliki sifat keras dan rigid yang lebih, sehingga biasa digunakan untuk frame yang diperuntukkan bagi pecinta bobot ringan dan hi speed, karena dengan sifat rigidnya memungkinkan seluruh tenaga kayuhan tersalur langsung ke roda tanpa dieliminir oleh flexibilitas frame.

Frame aluminum dapat sangat kaku dan ringan karena kepadatannya begitu rendah, kompensasinya diameter tube dibuat lebih besar dan dinding tube lebih tebal. Maka dari itu proses penyambungan yang dilakukan oleh robot mudah dilakukan. Aluminum mempunyai “kelelahan” pada masa pakainya, biasanya diatas 5 tahun aluminum menurun tingkat kekuatan, kekakuan dan presisinya menjadi berkurang dan mudah rusak.

Keunggulan:

– Kepadatannya 1/3 dari baja sehingga memungkinkan untuk dibuat tube yang besar.
– Mudah untuk dibentuk.
– Murah
– Ringan namun kuat untuk dinaiki pengendara yang gemuk.
– Sulit berkarat

Kelemahan:

– 1/3 hingga ½ kekuatannya dari baja yang bagus dan titanium atau lebih mudah rusak (crash)
– Kurang kaku sehingga harus memiliki tube dengan diameter besar. Resiko terbentur dan menjadi rusak sangat besar.
– Memiliki kekuatan yang dapat lelah.
– Sulit diperbaiki atau diluruskan kembali

Carbon Fiber:

Seperti telah dibahas sebelumnya, carbon fiber merupakan gabungan dari carbon dan serat tertentu…sehingga bahan ini bisa dibuat memiliki sifat apapun, mau lentur, kaku, ringan, berat (catatan: frame carbon tidak selalu lebih ringan dari alloy loh)…sesuka si pembuat. sehingga bagi beberapa frame kombinasi anyaman serat dan campuran carbon menghasilkan keragaman sifat menguntungkan dalam satu frame. Contoh toptube lentur, chainstay rigid de el el, sehingga frame tersebut menjadi frame yang sangat efektif.
#

Carbon Fiber (Serat Karbon)

Juga disebut composite, berupa campuran benang-benang karbon dan epoxy resin. Seperti fiberglass namun dengan campuran benang-benang karbon. Carbon fiber kuat dan ringan dan karena pabrik dapat memutuskan mengenai arah penggunaan fiber, frame dapat dibuat kaku dan frame lain dibuat elastis.

Keunggulan:

– Mudah dibentuk bahkan bisa dibuat bentuk frame yang eksotis
– Tidak berkarat
– Kekuatan dan kekakuannya dapat dikendalikan
– Sangat ringan namun kuat

Kelemahan:

– Mahal
– Mudah rusak
– Tidak tahan api/panas tinggi
– Pada saat pembuatan dapat telalu kaku atau terlalu lentur.

-Titanium:

logam yang sangat keras, ringan tetapi memiliki sifat sangat kaku. sehingga bagi yang tidak terbiasa, menaiki sepeda titanium memberikan suatu perasaan “aneh”, entah bagaimana tidak bisa diceritakan, karena keunikan sifatnya, beberapa teman merasakan frame titanium kurang memiliki daya kendali yang baik beberapa menceritakan frame titanium memiliki efektifitas gerak yang sangat bagus.
Titanium

Titanium merupakan bahan yang sangat bagus untuk membangun sebuah frame, dan memberikan kombinasi terbaik antara daya tahan dan bobot. Tingkat kekakuan dan kepadatan titanium hampir sama dengan baja. Frame titanium membutuhkan diameter tube lebih lebar daripada baja namun tidak sebesar aluminum. Titanium sangat tahan terhadap karat dan sangat ringan tetapi kuat. Pesepeda berbadan gemuk/besar juga dapat menggunakan frame dengan bahan ini secara nyaman dan aman. Biasanya frame titanium dicampur 3%-6% aluminum dan 2,5%-4% vanadium hingga mencapai kombinasi terbaik.

Keunggulan:

– Ringan
– Kuat seperti baja
– Tidak berkarat sehingga tidak membutuhkan lapisan misalnya cat.
– Tahan lama
– Tidak memiliki masa kelelahan

Kelemahan:

– Tingkat kekakuan setengahnya dari baja.
– Sangat sulit untuk diperbaiki
– Mahal

Magnesium:
Bahan ini telah digunakan di berbagai komponen seperti fork suspensi untuk waktu yang sudah cukup lama, dan sekarang mulai digunakan untuk membuat frame. Lebih ringan dari aluminium dan hampir sama kuatnya. Beberapa magnesium alloy bisa sedikit rapuh, tetapi bahan ini masih terlalu baru untuk dinilai daya tahannya untuk waktu yang lama.
Secara umum seperti ini lah, memang masih banyak detail ataupun konteks yang tidak terulas yang memungkinkan terjadinya salah tafsir dari pembaca, namun semoga cukup mewakili.
Nah masuk kategori mana sepeda Anda…..

sumber https://sites.google.com/site/mtutorialsepeda/kolom-ahli/kolom-cak-yoh/kolom-cak-yoh/mengenal-material-frame-sepeda-umum

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s